- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Terkadang Ada yang Iseng Dibalik Mengais Rejeki Melalui Tukang Pijat

Intiberita, Gowa -- Nasriyanti 45 tahun warga Jl Veteran Selatan Kelurahan Bontolebang Kecamatan Mamajang mencoba mengais rejeki menjadi tukang pijat di kota metropolitan Makassar. Mulanya ia bekerja di salon kecantikan yang ada di bilangan Petta Rani yang tidak jauh dari lokasi bos yang mempekerjakan dia. Bos Nasriyanti adalah orang Bali yang memang mempekerjakan orang yang punya pengalaman memijat. Yanti sendiri begitu nama panggilannya mengaku baru 6 bulan menekuni profesi memijat ini.
" Saya dikursus dulu beberapa minggu oleh bos baru dilepas jadi tukang pijat. Bos saya itu Nikoman Suhastini ini yang mendirikan perusahaan pijat yang diberi nama KIK itu," tutur Yanti.
Yanti tidak sendirian dalam menghidupi anak anaknya yang 2 orang masih sekolah. Ia dibantu Sudirman sang suami yang bekerja sebagai security di sebuah perumahan di bilangan Cenderawasih. Baginya penghasilan suami dan penghasilannya bila digabung bisa menutupi biaya hidupnya sekeluarga.
Baca Lainnya :
- Ahli Waris Pemenang Eksekusi di Desa Taring Merasa Terganggu, Minta Polres Turun Tangan0
- Turut Berduka Cita Sedalam-dalamnya Atas Meninggalnya Komisaris PT BPR Kota Makassar0
- Puluhan Tahun Warga Jl Poros Bilibili Rindukan Aliran PDAM0
- Silaturrahmi Perkuat Pemenangan Amir Uskara dan Irmawati di Pilbup Gowa0
- Mantap!! Humas JOIN Sulsel Teken Deklarasi Love for Palestina0
"Kita harus syukuri pak kendati itu paspas jumlahnya. Yang penting bisa untuk biaya hidup dan bayar kontrakan," ujar Yanti dengan nada pelan.
Yanti rupanya sejak tinggalkan Jakarta memboyong suaminya yang orang Betawi itu ke Makassar, rupaya sudah puluhan tahun di Makassar belum punya rumah sendiri. Baginya kontrak dengan 800 ribu perbulan sudah dinikmati selama ini. Kendati pun ia sebenarnya punya kampung di Bulukumba tapi ia lebih pilih hidup mandiri.
" Saya dulu sejak kecil ikut tante di Jakarta nanti setelah berkeluarga saya ajak suami ikut mengadu nasib ke Makassar;" tuturnya dengan nada pelan.
Pekerjaan memijat dari rumah ke rumah bahkan kunjungan ke hotel melalui order perusahaan yang mempekerjakan sudah ia syukuri. Kendati itu mendapat upah 15 persen sekali pijat dari jumlah yang ditetapkan dari peruhaan dimana ia bekerja.
Ketika ditanya jika ada yang iseng di hotel untuk ditawari pijat plus ?. Ia serta merta menjawab, dirinya menolak mentah mentah tawaran itu. Kalau perlu ia tinggalkan karena selain perbuatan dosa juga sudah menjadi larangan keras di perusahaan dimana dirinya bekerja." Perintah bos kami jika asa pasien yang mau berbuat nakal agar tinggalkan kendati mereka mau bayar lebih," tandas Yanti.
Pekerjaan yang ditekuni Nasriyanti adalah pekerjaan halal namun penuh godaan. Barang siapa saja yang imannya lemah mereka pasti larut apalagi bagi hasil dari perusahaan baginya bisa dapurnya di rumah kontrakan masih bisa mengepul dan mereka syukuri . Semoga Nasriyanti tidak tergoda dan memiki iman yang kuat dalam menekuni profedinya !.(ulho/**)










