- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Terdapat 60 Guru Besar yang Terlibat di KKM Bone

Keterangan Gambar : Ketua KKM Bone Drs H Syahriwijaya MSi

Intiberita- Rapat Kerja Pengurus Provinsi Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) yang dilaksanakan Minggu 3 Oktober di Wisma Kalla Makassar.
Dari pembukaan Raker tersebut, ada hal yang menarik diutaralan Ketua KKM Bone Sulsel Drs H Syahriwijaya MSi, dimana di kepengurusannya terdapat 60 guru besar yang bergabung di KKM Bone.
Baca Lainnya :
- Cafe New Target Menjadi Target Ngopi Bareng Dalam Rangka Hari Kopi se Dunia0
- Andi Sudirman dengan Ganjar Pranowo Terlibat Perbincangan Serius di Arena PON XX Papua 0
- Yel yel..Ewako Mewarnai Kedatangan Rombongan Gubernur Sulsel di Tanah Papua0
- Ketua Tim Penggerak PKK Pangkep Beri Resep Jitu Agar Terhindar dari Covid 190
- Kwarcab Takalar Lantik dan Kukuhkan Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Kabupaten Takalar0
" Sekitar 60 Profesor yang menghiasi kepengurusan kami di KKM Bone ini dan 100 doktor. Karenanya, ia percaya diri menjadi ketua," kata Syahriwijaya.
Karena itu, menurut dia lagi, KKM Bone bukan saja sekadar kerukunan keluarga tapi menjadi rumah to Bone.
Rumah to Bone dapat diartikan bahwa hampir semua orang Bugis di nusantara ini punya keterikatan emosiosional maupun secara genetik dengan Bone.
Dalam rapat kerja itu pakar ekonomi Prof Dr Abd Hamid Paddu menjadi narasumber dengan intinya memdiskusikan Bone menuju masa depan yang lebih baik. Pola pembangunan yang harus mengarah ke transformasi.

Menurut dia, Bone jauh tertinggal dengan kabupaten lain yang ada di Sulsel. Produksi Bone memang mencatat besar tapi pendapatan perkapita sangat rendah. Makanya, Bone berada pada urutan kedua terendah dari Jeneponto.
Bone PAD hanya 244 miliar lebih selebihnya 1,9 ttriliun dari dana tranfer. Ini berarti Bone hanya memiliki 10 persen dana untuk membiayai dirinya.
"Di sini dituntut peran KKMB memberikan dorongan ke Pemerintah Bone agar memacu pendapatan aslinya. Jangan semata mengharapkan dana transfer dari pusat, tapi harus berkreasi mencari pendapatan asli lainnya," kata Hamid Paddu.
Rapat kerja KKMB dilaksanakan sehari dan diawali dengan laporan panitia pelaksana Dr Patawari SH MH.(hsb)










