Lembaga Survei Lensa Indonesia Prediksi Partai Milik OSO Sulit ke Senayan Pada Pemilu 2030

By IntiBerita 02 Okt 2025, 19:11:00 WIB Politik
Lembaga Survei Lensa Indonesia Prediksi Partai Milik OSO Sulit ke Senayan Pada Pemilu 2030

Intiberita, Makassar. Sebuah lembaga survei memprediksi jika Partai Hanura milik Osman Sapta Odang (oso, red) bakal tidak lolos lagi ke Senayan pada pemilu 2030 mendatang jika DPP Partai itu tidak segera mematangkan  strukturnya sampai akar rumput.

Betapa tidak, pasca Wiranto memimpin partai itu,  partai Hanura tidak mendapatkan kursi lagi di DPR RI. Ini menjadi salah satu indikator keterpurukan partai itu.

" Pada masa Wiranto pimpin partai ini, ia telah berhasil merebut kursi di senayan selama dua periode. Belakangan Oso pimpin Partai Hanura dua periode malah kursi di senayan kosong dan diikuti di provinsi lainnya di tanah air yang notabene kursinya menjadi anjlok alias berkurang," kata Direktur Lembaga Survei Lensa Indonesia Sugianto Pettanegara kepada wartawan belum lama ini di Makassar.

Baca Lainnya :

Menurut dia, ketika Wiranto memimpin Hanura, ia telah berhasil dua periode mendudukkan calegnya menjadi anggota DPR RI di Senayan. Dimana pada pemilu 2009-2014 lolos 17  kursi, 2014- 2019, 16 kursi.

" Ini terjadi lantaran Wiranto adalah publik figur dan terstruktur. Wiranto dikenal masyarakat tanah air, bukan hanya di kalangan para elit semata tapi masyarakat banyak sekali pun," tutur Sugianto.

Ketika ditanya wartawan, apakah Partai Hanura bisa lolos pada pemilu mendatang ?. Sugianto menjawab bisa sepanjang pengurusnya mau bekerja keras dengan cepat.

Namun ia juga memprediksi bisa jadi Partai Hanura menjadi penonton jika elit partainya di pusat hanya hebat beretorika di forum forum nasional yang dilaksanakan DPP Hanura seperti yang dilaksanakan di Hotel Claro Makassar belum lama ini

" Saatnya elit partai ini buka panggung di masyarakat untuk Oso, bukan hanya jago berretorika di forum Hanura.

Karena ketumnya belum dikenal masyarakat banyak di tanah air. Oso hanya dikenal banyak di kalangan elit saja dan Oso bukan lahir di partai melainkan seorang pengusaha sukses,'' ujar Sugianto.

Menurut dia, kalau Hanura mau mengukir keemasannya kembali seperti pada masa Wiranto,  selain harus menyamai kinerja wiranto mereka harus belajar dengan partai partai besar lainnya yang sudah mapan strukturnya sampai di tingkat desa sekali pun.

" Minimal tahun ini DPP Hanura harus mengarahkan potensi DPC dan PAC partainya bekerja lebih keras sambil difasilitasi dana operasional yang cukup," katanya.

Bagi dia,  berikan kepercayaan DPC mengurus akar rumput. Kurangi pertemuan di hotel dengan anggota dewan dengan menggunakan dana besar. Kalau perlu dana partai bisa fokus gerakkan mereka para pengurus di tingkat bawah dengan cara terkontrol  harus melaporkan setiap saat dengan data dan fhoto lengkap. Bahkan jika perlu dilengkapi tanda tangan  tertulis dari mereka tentang data yang dilaporkan, kata Sugianto.

Makanya, kata dia lagi, kalau partai mau berhasil, strukturnya harus lengkap disertai ada anggota fanatik per desa.  Minimal mereka ini dapat memperkenalkan siapa pimpinan Hanura di masyarakat.

Jangan hanya ada kesan dikenal kalangan elit saja, katanya. Sugianto juga menjelaskan,Pimpinan Pusat Hanura  harus cepat menyikapinya karena bisa jadi partai baru lahir bisa mengalahkannya, seperti PSI yang mulai mengakar di tanah air. Jangan elit partai senangnya meyakinkan anggota dewannya saja yang masih tersisa di daerah serta bikin laporan untuk menyenangkan pimpinan partai.

" Hanura sebagai partai yang lama sisa dipoles cantik dan  juga jangan malu mau belajar  dengan Golkar dan partai besar lainnya. Golkar dengan kader karakterdesnya begitu juga Nasdem dengan kader petaninya yang selama ini dibina. Dan saya yakin, Hanura bisa bangkit kembali seperti yelyelnya. Apalagi banyak tokoh partai yang belakangan ini dikabarkan bergabung di partai ini dan juga  purnawirawan jenderal banyak di partai ini jadi pengurus teras, pasti punya bekal pengalaman politik yang bisa diandalkan," tandas Sugianto. (tim/**)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment