- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Daya Beli Petani Sulsel Melemah

Sinjai, 6 Mei 2025 — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat penurunan signifikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) April 2025. Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala BPS Sulsel, Aryanto dalam siaran langsung di saluran Youtube resmi institusi ini, NTP Sulsel turun 1,96 persen, dari 124,07 pada Maret menjadi 121,64 poin di April.
Baca Lainnya :
- Andi Bukti Djufrie dan Bunda Literasi Makassar, Beri Penghargaan di Apel Pelepasan Siswi SDN Maccini0
- K-Apel Jajaki Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Bersama Fakultas Kedokteran Gigi UMI0
- LBH DPC Makassar Resmi Menerima SK dari Ketua Umum DPP0
- Arifuddin Anggota DPRD Sinjai : Program Tahfiz Quran UPT SMAN 8 Sinjai Patut Jadi Telandani 0
- Sat. Linmas Kota Makassar Turun Membantu Korban Kebakaran di Kecamatan Tamalate 0
“Penurunan NTP terjadi akibat ketimpangan antara Indeks Harga yang Diterima Petani yang menurun dari 147,70 menjadi 146,37 poin, dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani justru meningkat dari 119,05 menjadi 120,33,” kata Aryanto.
Mantan Kepala BPS Kabupaten Lampung Selatan itu menjelaskan, kenaikan harga pengeluaran petani dominan pada kelompok Konsumsi Rumah Tangga, yang naik 1,40% secara keseluruhan. Lonjakan tertinggi terjadi pada komponen Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Lainnya, yang mencatat kenaikan 9,97%. Kenaikan juga terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,08%, serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 1,39%.
Menurut Aryanto, pada sisi biaya usaha tani, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) juga naik 0,63%, dari indeks 115,77 menjadi 116,18 poin. Kenaikan tertinggi dalam kelompok ini berasal dari komponen Transportasi dan Komunikasi, yang meningkat 0,77%, diikuti Barang Modal 0,63%, serta Pupuk, Pestisida, Obat dan Pakan 0,64%.
"Penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) 1,24%, dari 127,58 menjadi 125,99 poin, yang menunjukkan kenaikan biaya input pertanian tanpa diimbangi peningkatan nilai hasil produksi pertanian," jelas Aryanto
Penyampaian data tersebut disiarkan langsung dalam jaringan yang diikuti seluruh BPS kabupaten se-Sulawesi Selatan melalui kanal resmi BPS Sulsel.










