- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Danny Sebut Smart City Solusi di Tengah Pandemi di Hadapan Walikota se Indonesia

Intiberita-- Walikota Makassar Ramdhan ‘Danny’ Pomanto didaulat menjadi pembicara pada Indo Smart City Forum dan Expo 2021, di Rich Hotel Yogyakarta, Rabu (13/10/21).
Dengan tema “Kesiapan Ekosistem Smart City di Indonesia” Danny menyebutkan Smart City merupakan bagian dari solusi di tengah pandemi.
Hal itu dibuktikan dengan melandasinya kasus covid 19 dari status level 4 terjun bebas ke level 2 dan tidak melewati status level 3.
Baca Lainnya :
- Sekprov Hayat Gani Lantik Perempuan Indonesia Maju0
- Sekcam Mariso Melakukan Sterilisasi Wilayah di Jl. Belibis0
- Bakso Ikan Tenggiri dari Sinjai, Kaya Protein dan Harganya Terjangkau Masyarakat0
- Melalui Dinsos Sulsel Logistik Pemprov Sulsel Tiba di Luwu 0
- Petugas TKSK di Sulsel Berharap Ada Tambahan Tali Asih dari APBD Sulsel0
Dihadapan Wali Kota se-Indonesia, Danny menyebutkan Makassar Recover merupakan contoh nyata penggunaan smart city ke masyarakat. Khususnya pada pengapklikasian Satgas Detektor yang merangkum semua data kesehatan dalam satu barcode.
“Smart city yang baik adalah smart city yang usefull, di makassar sedikit berbeda lebih ke menyentuh hati. Kami sebut Sombere and Smart City yang bisa diterima oleh masyarakat. Saya menggunakan smart city menyasar kesehatan. Kesehatan masyarakat itu merespon cepat. Kami ada 112, ditengah pandemi kami ada satgas detektor. Ini salah satu solusi nyata,” ucap Danny.
Menurut Danny, Smart city tanpa penerimaan rakyat hanya sebuah aplikasi pajangan yang memiliki biaya yang mahal.
Smart city kota Makassar yang digagas Danny juga menempati urutan ke 80 dari 102 kota smart city di dunia. Dan juga salah satu kota yang mewakili Indonesia di tingkat Asean.
Namun, Danny mengingatkan kedepannya Smart city di setiap kota harus lebih disempurnakan kehadirannya.
“Kita tidak boleh lengah gelombang ketiga pandemi ini kita harus lebih hati-hati. Karenanya smart city harus lebih disempurnakan khususnya di Kota Makassar agar kesehatan masyarakat semuanya dapat terpantau lewat satu barcode,” sebutnya.
Danny juga meminta agar inovasi-inovasi dan smart city dibuatkan Undang-Undang agar patent.
“Jadi ketika sudah usefull ke masyarakat pemerintah pusat bisa membuatkan undang-undang agar ketika pemimpin berganti sistem dan inovasinya tetap bisa dinikmati oleh masyarakat,” harapnya.
Selain Danny, turut jadi pembicara yakni Staf Ahli Kemendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdani MM, Msi, Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.(Zhoelfikar)










